Puisi Tentang Alam

Grosir Mukena Tasikmalaya
Kumpulan Puisi Tentang Alam. Tuhan menciptakan dunia dan isinya dengan segala kesempurnaan yang tiada tara. Keindahan alam dalam sudut pandang apapun akan tetap indah. Itulah mengapa banyak penyair yang menuliskan Puisi tentang alam dan keindahannya.
Berikut ini Beritama berhasil mengumpulkan beberapa puisi tentang alam yang bisa dibaca, diresapi dan direnungi. Semoga Puisi dibawah ini bermanfaat.

PUISI TENTANG ALAM


Puisi Tentang Alam 1

Angin yang berhembus sepoi-sepoi
Membawa ombak ke tepi pantai
Butiran pasir yang menghiasi alam ini
membuka hati agar kita selalu menjaga ciptaan TUHAN

Batu yang diterjang ombak tetap kokoh
Menambah suasana suka
Daun daun berhembusan menghiasi alam ini
Burung-burung berterbangan menambah syahdunya alam ini

Aku ingin menikmati alam yang indah ini
Sampai tua renta nanti
Bila ku sudah mati
Akan ku kenang di kalbu dan dihati

Puisi Tentang Alam 2

SENJA DI PELABUHAN KECIL
Karya: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Puisi Tentang Alam 3

MALAM DI PEGUNUNGAN
Karya : Chairil Anwar

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947

Puisi Tentang Alam 4

SAJAK MATAHARI
Karya : W.S. Rendra

Matahari bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.

Wajahmu keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !

Satu juta lelaki gundul
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala
tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.

Matahari adalah cakra jingga
yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,
ya, umat manusia !

Yogya, 5 Maret 1976

Puisi Tentang Alam 5

KEINDAHAN ALAM INDONESIA
Karya : Cahya A.W

Saat aku membuka mataku,
ku tak percaya bahwa itu nyata
Aku masih berfikir, bahwa aku masih bermimpi
Tetapi aku sadar bahwa keindahan itu benar-benar ada di depanku
Sungguh indah kepulauan ini
Ribuan pulau-pulau berjajar membentuk gugusan pulau yang indah
Gunung-gunung berbaris dari ujung barat ke ujung timur
Samudra luas membentang dengan air yang biru
dan berisi keindahan di bawahnya
Aku bangga menjadi anak Indonesia
Aku berjanaji aku akan menjagamu

Puisi Tentang Alam 6

Hutan Setelah Hujan
Karya : Cahya AW

Awan kelabu telah pergi
Suara guntur yang menggelegar telah berhenti
Rintik air dari langit tak lagi turun
Tanah yang kering telah menjadi becek
Tumbuhan yang layu telah subur kembali
Sungai yang kering terisi kembali
Binatang - binatang yang kebasahan mulai mengeringkan tubuhnya
Pohon – pohon mulai menyerap air yang jatuh dari langit dengan ujung akarnya

Itulah keadanmu setelah hujan
Semoga tetap begitu selamanya
Demi keselamatan umat manusia
Kumpulan Puisi Tentang Alam.
Grosir Mukena Anak Murah
Description: Puisi Tentang Alam
Rating: 4.5
Reviewed by: agicahyanugraha
On: 07.13
TOP